Friday, December 21, 2007

m.a.l.a.m

Sang Hujan turun mengguyur separuh Batavia
Gelegar petir meneriakkan jerit kematian

Waktu dan Rindu kian menebal

Malam ini larut aku dalam kesunyian
Kesendirian dan Kedinginan menjadi saksi betapa kekal arti sebuah penantian

KUbiarkan kau berlabuh dengan penuh haru...
Kiranya kutahu ini yang kan terjadi...
Biarlah malam kulalui dengan tenang
Tanpa harus terus mengenang

Duhai yang dikenang.....
Sadarkah kau akan siksa batin yang kurasa?
Engkaulah penindas yang paling Trengginas

Kau curi aku dengan penuh kesadaran
Inikah luka dari rasa cinta?
Betapa perih sakit yang kurasa
Tak sepantasnya aku kerap merinduimu

wahai malam....tenanglah engkau
tentramkan gundah hati yang sedang tidak menentu ini
bantulah aku melepas luka hati yang terkoyak
niscaya kujadikan kau, malam seribu bintang.....

=========================================

perlahan suara jiwa mulai bersahutan
memenuhi rongga kalbu

oh kasih, aku ketinggalan zaman
ketertinggalanku jauh dibelakang

jiwa ini letih menanti sebuah ketidakpastian
Jiwa yang letih menanti sebuah Jawaban

========================================

Haruskah aku berbahagia ketika hati sedang bersedih?
kulupakan makna berbagi,
hanya karena tak kutemukan siapa yang layak tuk kuajak berbagi

penelesuran pemikiranku yang terus mengalir seakan enggan menemui titik akhir
puncak dan lembah pemberhentian tak jua kutemukan

hanya sepi, malam dan keajaiban
yang kerap setia menemaniku membunuh waktu yang penuh dengan kekosongan

========================================
p.a.g.i

Aku kepagian....kawan
mengapa aku tak jua mengerti?
tatkala kau bicara dalam bahasa asing
bagiku semua penuh dengan tanya
karena ia butuh jawab atau penjelasan lebih

Bersama pagi dan letih,
juga angan dan asa
meleburku bersama hilangnya embun
pagi ini kan segera pergi
ku tak kuasa menjaganya
bila nanti ia datang lalu bersemi
jangan bilang tidak, walau hanya untuk sekejap
saksikan keajaiban momen yang berharga ini
raih dan sentuhlah indah dengan pesona

No comments: